Ini Perbedaan Diploma dan Sarjana yang perlu anda ketahui

Ini Perbedaan Diploma dan Sarjana yang perlu anda ketahui
Sarjana Diploma | Foto : BintangSeleb 

BintangSeleb - Bagi para pelajar, khususnya mahasiswa, istilah sarjana dan diploma mungkin sudah tidak asing lagi. Meski sama-sama masuk dalam program pendidikan di perguruan tinggi, ternyata ada beberapa Perbedaan Diploma dan Sarjana yang perlu Anda perhatikan. Terutama jika Anda sedang memutuskan untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke mana. Agar tidak salah pilih, berikut ini beberapa perbedaan antara sarjana dan diploma.

Selama ini, program diploma masih kalah populer dibandingkan dengan gelar sarjana. Padahal, pendidikan tinggi ini bisa menjadi pilihan bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.

Apa itu diploma? 


Diploma merupakan salah satu program yang diselenggarakan oleh pendidikan vokasi. Melansir Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi 54/2018 tentang Penyelenggaraan Program Diploma dalam Sistem Terbuka pada Perguruan Tinggi, pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang menyiapkan lulusannya untuk memiliki pekerjaan dengan keterampilan terapan tertentu hingga sarjana terapan (D4).

Tidak terbatas pada program diploma, pendidikan vokasi juga dapat berkembang menjadi program magister terapan hingga program doktor terapan. Sekadar informasi, pendidikan di Indonesia terbagi menjadi tiga jenis, yaitu pendidikan akademik, pendidikan vokasi, dan pendidikan profes atau ahli. 

Pendidikan vokasi memang kurang diminati jika dibandingkan dengan pendidikan akademik yang menyelenggarakan program sarjana dan pascasarjana. Melansir laman resmi Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, pendidikan vokasi minim perhatian karena kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

Perbedaan Diploma dan Sarjana


Pendidikan vokasi mulai menjadi sorotan pada periode kedua Presiden Joko Widodo. Hal ini bertepatan dengan munculnya Peraturan Presiden (Perpres) 82/2019 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Perubahan yang paling kentara terlihat dari keberadaan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi sebagai salah satu unit utama (unit eselon I) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sedikit catatan, lulusan SMA dan sederajat hanya dapat melanjutkan ke program diploma dan program sarjana. Mereka tidak dapat melanjutkan ke pendidikan profesi karena pendidikan tinggi ini baru dapat dilanjutkan setelah program sarjana. Pendidikan profesi menyiapkan mahasiswa untuk pekerjaan yang membutuhkan persyaratan keterampilan khusus. Lalu apa perbedaan diploma dan sarjana? Yuk simak penjelasannya.

Masa pendidikan relatif lebih pendek


Masa pendidikan vokasi relatif lebih pendek dibanding sarjana. Lamanya pendidikan vokasi berkisar antara 1-4 tahun, tergantung pada jenjang yang dipilih. D1 ditempuh selama satu tahun, D2 sekitar dua tahun, D3 ditempuh selama tiga tahun, dan D4 selama empat tahun. Jika menempuh program sarjana, mahasiswa memerlukan waktu minimal 3,5 tahun untuk S1.

Jenjang pendidikan lanjutan


Pendidikan vokasi juga menyediakan program magister terapan dan doktor terapan bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan setelah D4 atau sarjana terapan. Sementara itu, mereka yang telah menyelesaikan program sarjana dapat melanjutkan ke program pascasarjana yang terdiri dari program magister (S2) dan doktor (S3).

Kurikulum


Kurikulum pada program diploma lebih menekankan praktik daripada teori, rasionya sekitar 60:40. Rasio ini berkebalikan dengan program sarjana yang lebih menekankan teori daripada praktik.

Perbedaan kurikulum ini terkait dengan tujuan pendidikan. Pendidikan vokasi berorientasi pada dunia kerja. Oleh karena itu, program ini melatih pesertanya agar memiliki keterampilan dan keahlian agar siap bekerja. Berbeda dengan pendidikan akademis dalam hal ini, jenjang sarjana diharapkan mampu mengamalkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penalaran ilmiah.

Gelar yang diperoleh


Program Diploma terbagi dalam empat jenjang, yaitu Diploma Satu (D1) alias Ahli Pratama, Diploma Dua (D2) alias Ahli Muda, Diploma Tiga (D3) alias Ahli Madya, dan Diploma Empat (D4) alias Sarjana Terapan yang setara dengan strata satu pada program sarjana.

Sementara itu, lulusan program sarjana akan memperoleh gelar Sarjana, alias S1. Gelar S1 bervariasi tergantung pada program studi yang diambil. Misalnya, Sarjana Kedokteran (S.Ked.), Sarjana Hukum (S.H.), Sarjana Pendidikan (S.Pd.).

Biaya Tahunan


Perbedaan biaya tahunan untuk program diploma dan sarjana dapat dilihat dari bukti finansial yang harus ditunjukkan saat mengajukan visa pelajar. Program diploma umumnya membutuhkan biaya sebesar 320-400 juta rupiah yang ditunjukkan dari maksimal 3 sumber yang berbeda. 

Sementara program sarjana membutuhkan biaya sekitar 400-600 juta, terdapat perbedaan yang cukup mencolok karena program sarjana cenderung lebih mahal. Secara umum, biaya yang diperlukan untuk program diploma di Australia minimal 120 juta rupiah atau 12 juta per tahun. 

Untuk program sarjana sendiri, biaya yang diperlukan untuk satu tahun studi minimal 220 juta atau sekitar 17 juta per bulan. Tentunya dengan durasi studi yang lebih pendek, program diploma memiliki total biaya yang lebih rendah jika dibandingkan dengan program sarjana.

Demikian penjelasan tentang Ini Perbedaan Diploma dan Sarjana yang perlu anda ketahui seperti yang dilansir java303 semoga bermanfaat, terimakasih.